A WALK TO REMEMBER

A Walk to Remember is a 2002 romance film based on the 1999 romance novel with the same name by Nicholas Sparks . The movie stars Shane West and pop singer / actress Mandy Moore . The movie was directed by Adam Shankman and produced by Denise DiNovi and Hunt Lowry for Warner Bros. The novel, written by Sparks, is set in the 1950s while the film is set in 1993.

Ketika sebuah lelucon terjadi pada sesama siswa SMA yang tidak beres, populer tetapi pemberontak, seringkali harus berhadapan dengan kepala sekolah atau bahkan para petugas keamanan seperti polisi. Lawrence Landon Carter salah satu dari siswa pemberontak itu. Ia diancam dikeluarkan dari sekolah oleh kepala sekolahnya karena hampir saja mencelakakan seorang siswa di sekolah itu yang ingin menjadi salah new member geng Landon. Bukan cuma itu, Landon dilaporkan oleh para siswa bahwa dia dan teman gengnya telah mabuk-mabukan di sekolah. Sebagai hukumannya Landon harus berpartisipasi wajib dalam berbagai kegiatan setelah pulang sekolah, seperti mengajar anak-anak yang kurang beruntung, mengepel lantai, dan ikut serta dalam pertunjukkan drama musical pada musim semi. Dalam menjalani hukumannya, Landon dipaksa untuk bersikap ramah. Seorang siswi kutu buku Elizabeth Jamie Sullivan, putri satu-satunya seorang pendeta di gereja mereka. Dia adalah seorang gadis yang telah ia dikenal selama beberapa tahun, tapi siapa gadis itu? Landon tidak pernah terlibat percapan dengannya. Status sosial yang berbeda membuat mereka terasa begitu jauh, meskipun fisik mereka dekat. Penampilan Jamie sekilas terlihat tidak se-eksotik teman-temanya Landon. Sangat sederhana. Bisa dibilang gaya berpakainya sama seperti saat ibunya masih sekolah dulu. Jadul!

Dalam menjalani hukumannya, Landon kesulitan mempelajari script drama musical sekolah mengingat dia terpilih sebagai pemeran utama. Landon meminta Jamie untuk membantunya. Jamie memutuskan untuk membantunya tetapi dengan satu syarat: Landon harus berjanji untuk tidak jatuh cinta padanya. Landon tertawa seringai dengan permintaan Jamie yang sedikit aneh, jelas sekali meragukan kalau ia bisa menepati janji itu. Bagaimana tidak, dia sebenarnya pernah bisa jatuh cinta padanya.

Landon dan Jamie mulai berlatih bersama di rumah sang gadis sepulang sekolah. Karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama, persahabatan mulai berkembang. Landon mengetahui bahwa Jamie punya sejumlah daftar keinginan yang ingin dicapai dalam hidupnya termasuk berteman dengan seseorang yang dia tidak suka, punya tato, berada di dua tempat sekaligus, dan membuat teleskop yang lebih besar agar bisa melihat sebuah komet khusus yang akan datang. Suatu hari, Jamie menghampiri Landon ketika ia bergaul dengan beberapa teman gengnya. Ketika Jamie bertanya apakah mereka masih akan latihan nanti sore, Landon menyeringai dan menjawab, “in your dream.” Teman-temannya tertawa, tetapi Jamie tetap membalasnya dengan senyum meski sebenarnya ia merasa dihianati dan dipermalukan oleh Landon. Sore itu, Landon mendatangi Jamie di rumahnya, berharap Jamie masih mau membantunya dan tentunya tetap berteman dengannya. Tetapi Jamie tidak membiarkan Landon masuk. Jamie bertanya kepada Landon dengan suara sinis manis apakah ia hanya ingin menjadi teman seperti “teman rahasia.” Kata setuju yang keluar dari mulut Landon langsung membuat Jamie membanting pintung rumah. Jamie juga mengakatakan kalau selama ini ia berusaha bersikap baik padanya karena Ia melihat sesuatu yang baik dalam diri Landon, bahwa Landon sebenarnya adalah orang yang baik. Tanpa bantuan Jamie, Landon akhirnya belajar script drama musical sekolah sendirian.

Saat pertunjukan berlangsung, Jamie mengejutkan Landon dan seluruh penonton dengan kecantikan dan suara merdunya. Landon jelas sekali terkejut dan dengan emosi tak terduga, Landon menciumnya di akhir lagu, “Only Hope.” Insiden ini membuat gadis itu terlihat terpaku serta membuat jealous mantan pacarnya, Belinda. Setelah pertunjukkan drama sekolah selesai, Landon didekati oleh ayahnya, seorang pria yang telah meninggalkan dia dan ibunya ketika masih kecil. Sama sekali tidak terlihat keakraban di antara mereka, Landon meninggalkan ayahnya begitu saja.

Pada hari berikutnya, Landon berusaha mendekati Jamie kembali, tapi Jamie berkali-kali menolak dia. Titik perseteruan datang ketika beberapa teman Landon yang disebut membuat lelucon jahat pada Jamie (Menyebarkan foto yang diedit dengan memasukkan wajah Jamie ke dalam gambar yang menimbulkan kesan pornografi.) Jamie menangis di tengah kantin ketika melihat foto yang telah disebarkan oleh teman-teman Landon. Pada saat itu juga, Landon datang membantu Jamie. Dia meninju salah satu temannya, Dean, perkelahian serta temannya kemudian memusuhinya tak dapat dihindarkan. Landon kemudian berbalik ke arah Jamie dan membawanya pulang.

Di dalam mobil, ketika sampai dirumah, Landon meminta Jamie keluar untuk makan malam, sabtu malam tepatnya, tapi Jamie menjawab bahwa ia tidak diizinkan oleh ayahnya untuk saat ini. Landon kemudian menemui ayahnya Jamie yang sedang latihan khotbah di dalam gereja dan meminta izin kepadanya supaya Jamie bisa keluar makan malam bersamanya. Ketika ayahnya mengatakan tidak, Landon meminta maaf atas caranya memperlakukan Jamie sebelum-sebelumnya dan memohon untuk percaya padanya. Ayahnya Jamie akhirnya setuju, dan Landon membawa Jamie keluar untuk makan malam. Di sebuah restoran yang pelanggannya kebanyakkan kakek-kakek sama nenek-nenek, Jamie mengajak Landon untuk berdansa. Meskipun pada awalnya Landon menolak dengan alasan tidak tahu berdansa, Jamie berhasil meyakinkan Landon untuk berdansa dengannya. “Everybody can dance” Jamie says.

Kini mereka bukan sekedar teman lagi. Ada perasaan yang tak biasa di antara dua anak manusia ini yang sulit untuk dijabarkan. Landon memutuskan untuk membantu Jamie menyelesaikan beberapa hal yang ada dalam daftar keinginannya. Dia membawanya ke wilayah perbatasan negara bagian dan menyuruhnya berdiri di garis perbatasan tersebut. Ketika Jamie bertanya kepadanya apa yang sedang dia lakukan, Landon menjawab, “You’re in two places at once.” (kamu di dua tempat sekaligus). Landon juga memberikan tato temporer bergambar kupu-kupu. Sambil berjalan di sepanjang dermaga, Jamie bertanya kepada Landon bagaimana ia bisa memiliki saat yang luar biasa seperti itu tapi tidak percaya. Jamie menjelaskan keyakinannya kepada Landon dengan fasih. “Saya mungkin akan menciummu,” kata Landon. Dan dia benar-benar melakukannya. Landon kemudian mengutarakan isi hatinya bahwa ia mencintainya, tapi Jamie tidak langsung membalas apakah Jamie juga mencintainya. Ketika Landon membisikkan kalimat itu, Jamie hanya bisa berkata “I told you not to fall in love with me…” Landon telah mengingkari janjinya untuk tidak jatuh cinta padanya.

Hubungan mereka tumbuh berubah menjadi cinta. Saat mereka tiba di rumah, ayahnya Jamie melihat mereka berciuman di depan rumah. Ayahnya menghampiri mereka dan Landon pun disuruh untuk segera pulang karena sudah larut malam. Sang ayah mengatakan bahwa apa yang baru saja ia perbuat adalah “dosa.” Jamie kemudian bersikap jujur pada ayahnya bahwa dirinya jatuh cinta pada Landon, dan sang ayah menatap putrinya begitu tajam. “Jujurlah padanya, Jamie. Sebelum sesuatu menjadi lebih buruk.” Kata ayah Jamie. Ternyata ada sesuatu yang disembunyikan Jamie dari Landon. Something about her self.

Kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara ini bertemu sampai di pemakaman di mana Jamie meneropong bintang-bintang dan mereka menghabiskan malam itu menunggu Planet Pluto muncul. Landon berkata kepada Jamie kalau ia punya bintang yang diberi nama khusus untuknya. Jamie pun mengakui kalau ini adalah kali pertama dia jatuh cinta pada Landon, dan Landon akhirnya menyadari sesuatu, Landon ingin tahu apa yang menjadi urutan pertama dalam daftar keinginan Jamie. Ternyata bagian paling atas dalam daftar keinginan Jamie adalah menikah di gereja di mana orangtuanya menikah.

Suatu malam di sebuah lorong, akhirnya Jamie berkata jujur kepada Landon, ia mengatakan bahwa dirinya sedang mengidap leukemia dan telah berhenti menjalani perawatan. Hidupnya di dunia tidak lama lagi akan berakhir. Landon awalnya marah, tapi Jamie mengatakan bahwa alasan mengapa dia tidak menceritakan hal tersebut karena ia tidak ingin orang-orang disekitarnya merasa kasihan padanya, ia ingin diperlakukan sebagai orang normal seperti orang kebanyakan. “Including me?” tanya Landon. “Especially you!” Jawab Jamie. Justru Landon-lah orang yang paling tidak diinginkan punya rasa “kasihan” itu pada dirinya. Jamie mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja sampai mereka jatuh cinta. Tangis Jamie pun pecah saat saat berkata “Saya tidak perlu alasan marah pada Tuhan,” kemudian pergi meninggalkan Landon.

Landon kemudian menemui ayahnya dan memintanya untuk membantu Jamie. Ayahnya ragu-ragu, karena dia bukan dokter spesialis Leukimia, dan mengatakan bahwa ia harus memeriksa dan mengetahui riwayat medis pacarnya sebelum melakukan sesuatu. Setelah mendengar perkataan ayanya, Landon pergi begitu saja, marah dan merasa terpukul. Dalam perjalanan pulang, ia menangis, suasana sedih pun tak dapat dihindarkan. Landon kemudia berdiri di depan Danau. Mungkin merenung, berharapan bisa menemukan kebijaksanaan Tuhan.

Eric, Seorang teman terbaik Landon yang juga berpartisipasi membuat lelucon foto porno dengan memanfaat kepolosan wajah Jamie, menghampirinya Landon yang sedang berdiri di depan Danau dan meminta maaf. Eric merasa bahwa dirinya salah mengerti keinginan sahabatnya. Hari berikutnya, Landon menaruh lusinan bunga di depan pintu rumah Jamie dan meminta ayahnya Jamie untuk mengatakan bahwa dirinya “tidak akan pergi kemana-mana.” Pasangan ini makin erat aja segera setelah itu.

Penyakit kanker yang diderita Jamie semakin memburuk sampai suatu hari ia pingsan di kamarnya saat sedang melihat Landon membuat teleskop. Untunglah ayanya melihatnya dan bergegas membawa Jamie ke rumah sakit. Selama di rumah sakit, Landon tidak pernah beranjak dari sisinya Jamie sampai-sampai ayah gadis itu membujuknya pulang ke rumah untuk istirahat. Keesokan harinya, Landon datang ke rumah sakit dan melihat Jamie didorong keluar oleh ayahnya dari ruang perawatan. Dia bertanya apa yang terjadi dan Jamie menjawabnya dengan meminta Landon menyampaikan ucapan terima kasih kepada ayahnya atas bantuannya. Rupanya ayahnya Landon telah menanggung seluruh biaya perawatan Jamie di rumah. Landon pun merasa kaget dan pada malam itu kembali ke rumah ayahnya. Saat ayahnya membuka pintu, Landon langsung mengucapkan kalimat “terima kasih” dan ayahnya kemudian merangkul Landon, putranya. Dengan semua kelelahan dan ketakutan atas situasi Jamie serta bertahun-bertahun menderita atas perceraian orang tuanya, semua itu ada di pundaknya. Tangis pun tak dapat dihindarkan, Landon menangis dalam pelukan ayahnya. Landon akhirnya berdamai dengan orang yang selama ini dia benci, ayahnya.

Landon terus memenuhi berbagai hal yang masuk dalam daftar keinginan Jamie, termasuk membuat sebuah teleskop. Ayahnya Jamie, yang sekarang menyetujui hubungan percintaan dua manusia ini membantu Landon membuat teleskop tersebut, demikian juga dengan Dean, sahabatnya. Belinda, mantan pacar Landon yang awalnya punya ide soal foto pornografi itu, juga ikut meminta maaf. Suatu malam di sebuah balkon, setelah Jamie melihat komet melalui teleskop yang telah dibuat oleh Landon, Landon kemudian melamar Jamie. Jamie menerima Lamaran itu dengan ekspresi yang rasanya sulit untuk diungkapkan. Mereka menikah di gereja dimana orang tua Jamie menikah. Dengan pernikahan tersebut, Landon telah menyelesaikan urutan paling yang ada daftar keinginan Jamie. Jamie kemudian meninggal setelah beberapa bulan pernikahan mereka.

Empat tahun kemudian, Landon mengujungi ayahnya Jamie dan mengatakan bahwa ia telah selesai kuliah dan telah diterima di sekolah kedokteran. Dia kemudian memberikan sebuah buku yang pernah Jamie berikan padanya. Landon mengatakan bahwa dia menyesal tidak dapat mengabulkan ambisi Jamie untuk menyaksikan keajaiban sebelum dia meninggal. Ayahnya Jamie menjawab bahwa Jamie telah melihat keajaiban itu. “It was him.” “Kamulah keajaiban itu,” kata ayah Jamie. Landon mengakui, Jamie tidak hanya menyelamatkan hidupnya tetapi juga telah mengajarkan segala sesuatu tentang kehidupan, harapan dan perjalanan panjang ke depan. Landon mengakhiri monolognya dengan mengatakan bahwa cinta mereka seperti angin. “I can’t see it, but I can feel it.” “Tak dapat dilihat, tapi bisa dirasakan.” Film berakhir dimana Landon berdiri di sebuah dermaga, menatap matahari terbenam dan tersenyum kemudian memudar sambil diiringi lagu “Cry” dari Mandy Moore. Sangat menyedihkan sekali. Ending yang sempurna dan mengharukan!

Film ini punya banyak soundtrack yang keren-keren. Kalau mau mengunduh, berikut ada beberapa track yang menurut saya track yang paling keren yang dijadikan soundtrack film ini.

++ Mandy Moore – Cry [ DOWNLOAD ]

++ Mandy Moore – Only Hope [ DOWNLOAD ]

++ Mandy Moore Ft. Jonathan Foreman – Someday We’ll Know [ DOWNLOAD ]

++ Rachel Lampa – If You Believe [ DOWNLOAD ]

++ Switchfoot – Only Hope [ DOWNLOAD ]

++ Switchfoot – You [ DOWNLOAD ]

++ Switchfoot – I Dare You To Move [ DOWNLOAD ]

++ Switchfoot – Learning To Breath [ DOWNLOAD ]

++ Toploader – Dancin’ On The Moonlight [ DOWNLOAD ]

2 responses to “A WALK TO REMEMBER

  1. Gitu deh…Salam kenal ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s